
Jakarta –
Permasalahan judi online (judol) masih menjadi perhatian pemerintah, tergolong di sektor keuangan. Hingga di saat ini sudah ada sebanyak 8.000 rekening bank yang diblokir sebab terafiliasi dengan judol.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyampaikan pihaknya sudah meminta perbankan untuk memblokir rekening bank. Selain itu, ia juga meminta perbankan untuk menutup rekening yang berada dalam satu data customer identification file (CIF) yang sama.
“Dalam rangka pemberantasan judi online yang memiliki efek luas pada perekonomian dan sektor keuangan OJK sudah meminta perbankan untuk blokiran lebih dari 8.000 rekening yang berasal dari data Komunikasi dan Digital dan meminta perbankan untuk menutup rekening yang berada dalam satu data customer identification file yang sama,” kata Dian dalam Konferensi Pers yang disiarkan secara virtual, Jumat (1/11/2024).
Baca juga: Banyak Orang RI Ikut Judi Bola Liga Inggris, Jika Menang Lolos Pajak |
Pada peluang yang berbeda, Dian juga meminta bank mengembangkan uji tuntas atau Enhanced Due Diligence (EDD) secara lebih mendalam atas nasabah yang terindikasi terkait transaksi judi online. Langkah ini diambil selaku upaya meminimalisasi pemanfaatan rekening bank untuk acara transaksi judi online.
Setelah itu, melakukan analisis atas transaksi nasabah-nasabah tersebut. Jika didapatkan indikasi transaksi keuangan mencurigakan terkait judi online, diminta melaporkannya ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Melaporkannya selaku transaksi keuangan mencurigakan ke PPATK kalau didapatkan indikasi transaksi keuangan mencurigakan terkait judi daring dan menangkal bahkan menetralisir saluran nasabah tersebut apabila akan melakukan pembukaan rekening bank di Indonesia atau blacklist,” terangnya.
Lihat Video: OJK Blokir 6.000 Akun yang Terlibat Judi Online
ojkjudi onlinerekening bankpemblokiran rekeningperekonomiansektor keuanganperbankanpengawasan keuangantransaksi mencurigakan